Selasa, 15 September 2015
Cerpen Penyesalan Selalu Datang Terlambat
Namaku Maya, aku memiliki seorang Adik bernama Mita. Mita merupakan anak yang menjadi kebanggaan keluargaku, dia pintar, cantik, dan ramah. Tapi aku, aku hanyalah orang yang tak bisa sama sekali dibanggakan, aku bodoh, dan aku jelek. Seringkali aku merasa tersingkir dengan adanya Mita. Setiap hari, akulah yang harus membereskan dan membersihkan rumah. Sedangkan Mita, dia bebas melakukan apapun yang dia inginkan. Terkadang aku merasa iri dengan Mita, tapi mau diapakan lagi, kedua orangtuaku lebih menyayangi Mita. Seringkali aku merasa putus asa.
Sampai pada suatu hari, aku sudah sangat letih hidup di keluarga ini. Aku akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dengan hanya membawa uang tabunganku. Keluargaku tak pernah mengkhawatirkanku, bahkan mencariku. Aku memilih sekolah sambil bekerja di kafe.
Telah 2 tahun ku lewati, sekarang aku telah kuliah dengan mengambil jurusan sastra. Sampai sekarang, orangtuaku juga tak pernah sama sekali mencariku. Rasanya aku ingin sekali kembali ke rumahku, aku sangat sangat merindukan orangtua dan Adikku. Aku tak ingin kembali ke rumahku, tapi aku tak bisa melawan kata hatiku.
Pada suatu hari, aku memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuaku. Betapa kagetnya aku melihat rumahku sudah dijual. Setelah aku tanya ke tetangga, mereka berkata orangtua dan Adikku telah meninggal 2 tahun lalu akibat kecelakaan saat mencariku. Aku tak percaya bahwa keluargaku telah meninggal, aku bertanya pada tetangga itu di mana makam keluargaku, dia berkata bahwa mayatnya tak pernah ditemukan.
Aku tak bisa menahan air mataku, betapa menyesalnya aku pergi dari rumahku dulu. Aku sadar bahwa penyesalan selalu datang terlambat.
Cerpen Karangan: Fitria Idham
Facebook: Fitria Idham
My name is A. Fitria Idham. I come from makassar. I was born at 13th december 2001. Thank you for reading my story.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar